Selasa, 24 Februari 2009

Puisi Pelepas Penat

Assalamu'alaikum, kawan!!

Berhubung pelatihan astronomi rada bikin ngantuk dan puyeng plus kesel gara-gara gak bisa nikmatin libur 3 hari, maka untuk menghilangkan stres, aku bikin sebuah puisi aneh. Lumayan buat melepaskan segala penat dan beban yang menggelayut di pohon rambutan. Hehe, jayus mode : ON!!

***

Untuk yang Terkasih

Saat ku terpuruk ke titik terendah...
Tanpa seorang pun dapat melihatku
Kau mengulurkan tanganmu padaku
Menyemangatiku untuk bangkit
Dan mengatakan, “Kau pasti bisa!”
Kata-kata yang indah
Yang tak terbayar oleh ribuan puisi para pujangga

Saat ku mencoba berdiri...
Senyummu terkembang dan kau terus berbisik
“Kau pasti bisa!”
Dan kau pun menambahkan,
“Jangan pernah menyerah!”

Aku pun berdiri...
Dua jiwa berjalan bersisian
Dengan tangan yang saling menggenggam
Menuntunku, si pecundang untuk maju
Agar bisa bertarung dalam kehidupan

Saat ku terjatuh...
Uluran tanganmu senantiasa hadir untukku
Kau terus mengulanginya, kata-kata itu
“Kau pasti bisa! Jangan pernah menyerah!”
Menyulut api semangatku
Dan aku pun bangkit kembali

Saat ku terhalang ketakutan...
Aku bersembunyi di balik lenganmu
Memelukmu dengan gemetar
Kau hanya tersenyum
Dan membelai kepalaku
Semua akan baik-baik saja
Ujarmu lembut

Saat ku mulai merasakan setitik keberanian...
Kau menepuk bahuku dan berjalan di belakangku
Membiarkanku memimpin perjalanan ini
Kali ini, tanpa membantuku sama sekali
Tanpa memelukku di kala aku ketakutan
Kau hanya berujar
“Kau pasti bisa! Jangan pernah menyerah!”

Saat ku terjatuh untuk yang kesekian kalinya...
Kau tak lagi mengulurkan tanganmu
Kau biarkan aku terjatuh di depanmu
Kau hiraukan diriku yang menangis meminta bantuanmu
Kau hanya berkata, “Kau pasti bisa! Jangan pernah menyerah!”
Dan menambahkan
“Kali ini kau harus berjuang sendiri meskipun aku berada di dekatmu”

Saat ku tersadar untuk mencoba menuntun diriku sendiri
Matamu berbinar senang
Kau terus berkata, “Kau pasti bisa! Jangan pernah menyerah!”
Dan baru kusadari makna kata-katamu
Bahwa aku pasti bisa
Bahwa aku tak boleh menyerah
Kau menggenggam tanganku
Menyalurkan segenap keberanianmu
Kemudian kembali berjalan mengikutiku di belakang

Saat ku terjatuh lagi dan lagi...
Kutatap wajahmu di belakangku
Menyemangatiku
Dan aku pun kembali berdiri sendiri
Dengan tenagaku
Tanpa bantuanmu
Kau pun bangga padaku

Saat ku telah terlihat oleh orang lain
Saat ku melihat secercah cahaya kehidupan di depanku
Saat ku mulai merasakan kebahagiaan
Aku menoleh ke belakang
Ingin memelukmu, wahai orang terkasih
Yang telah membuatku bangkit
Yang telah membuatku merasakan nikmatnya perjuangan

Ku mengharapkan sepasang lenganmu terbentang
Untuk memelukku
Agar aku bisa merasakan semangat, keberanian, dan kehangatan
Mengalir di relung hatiku
Namun kau telah menghilang pergi
Hanya meninggalkan sebuah kata-kata perpisahan
“Kau sudah bisa berjalan sendiri, tanpa harus takut terjatuh, tanpa harus terhalang ketakutan... Kau sudah bisa melakukannya. Tugasku telah selesai. Selamat menikmati dirimu yang baru.”

Aku menangis perih atas kepergianmu
Namun kau benar
Aku telah bisa berjalan sendiri
Aku tak butuh uluran tanganmu lagi
Tak butuh lenganmu lagi untuk bersembunyi
Aku telah menemukan diriku yang baru
Semua berkat dirimu

Wahai orang terkasih
Terima kasih atas segalanya
Kau telah memberikan sesuatu yang tak ternilai bagiku
Kau menghadirkan cahaya untuk kehidupanku
Kau telah menyingkirkan rasa takut dari kehidupanku
Kau menyadarkanku bahwa aku bisa
Bahwa aku tak boleh menyerah

Wahai orang terkasih
Selamat tinggal

***

Iya, aku tau kalau puisi di atas adalah puisi aneh bin gak jelas. Tapi mohon maklumi aja, berhubung yang bikin adalah anak stres kebanyakan tugas plus lagi tegang gara-gara mau ikutan seleksi olimpiade. Mohon do'anya, ya, kawanku semua biar aku bisa ikutan OSN Astronomi tahun ini...*bowing*

Oiya, katanya anak-anak hepi femili pada batal pergi ke dufan kemarin! Hehe, makanya, jangan seneng-seneng tanpa ngajak aku (secara dari kemarin aku latihan astro di sekolah)! Kualat kan? Dan untuk Dean, anakku, partner in crime ku di astro, SEMANGAT! Kali ini kita berperan sebagai saingan untuk mendapat emas, bukan lagi sebagai ibu-anak yang gila!

Dan buat anak-anak dana AKSI, semacam Gita kakakku, Tifa anak bungsuku, dan Eja, SEMANGAT juga! Sejuta buat seorang itu enggak sedikit, loh! Kudo'ain semoga AKSI tahun ini bisa berjalan lancar tanpa defisit macem-macem.

Anyway, ada yang bisa menafsirkan makna puisiku? Jawab lewat komen! :D

Jumat, 20 Februari 2009

Untitled

Assalamu'alaikum, kawan... *Blog ini ditulis tanggal 21 Februari, mohon maaf bila ada salah-salah tanggal. Saya enggak ngerti memformatnya. Gaptek sih...*

Februari seharusnya merupakan bulan yang indah dengan hawa sejuk akibat hujan , tapi Februari tahun ini adalah Februari yang buruk...

Dan alasanku berpendapat begitu adalah :

#Pertama, Opa Padangku tercinta berpulang setelah berjuang melawan penyakit jantungnya selama beberapa hari (Semoga Opa tenang di sisi-Nya. Amin...) pada tanggal 15... *nangis sesenggukan*

#Kedua, ulang tahunku di tanggal 18 adalah ulang tahun yang biasa-biasa aja, tanpa kenangan berarti, plus tanpa kado yang berarti pula... Maklum, tanggal tua! Mamaku bilang, "Siapa suruh lahir tanggal 18? Mama kan lagi enggak punya duit tanggal segitu!". Yee, siapa juga yang ngelahirin tanggal segitu? Jangan salahkan anak terlahir, Ma! Hehehe...

#Ketiga, tanggal 20 kemarin, LCT a.k.a Lomba Cepat Tepat intern IPS (yang diwakilin aku, Eja, dan Imel) plus LCT IPA (yang diwakilin Beber, Yunda, jeung Timot) kelas X-1 cuma dapet juara 2! Dan juara 2 itu enggak dapet hadiah dari panitia gara-gara dana Aksi defisit! Tidaaaakkk...

#Keempat, seharusnya tanggal 23, 24, dan 25, anak-anak kelas X dan XI libur gara-gara ada Try Out UN , tapi apalah daya, anak-anak SC diWAJIBKAN masuk jam 13.00 demi seleksi dan persiapan olimpiade tingkat kota Maret nanti. Yah, kalau nanti kepilih jadi Tim Olimpiade Smansa sih, oke-oke aja. Kalau enggak? Mungin aku bakal gantung diri pake tali rafia!

#Kelima, mentang-mentang sekolah libur 3 hari, guru-guru udah gatel pengen ngasih kita sejabrek tugas. Dan walhasil, libur 3 hari itu gak bisa disebut libur! Kayaknya guru-guru Smansa perlu dikasih pemahaman tentang makna liburan sebenarnya plus arahan agar jangan membuat anak murid stres dengan setumpuk tugas...

#Keenam, untuk pensi kelas X Bulan Mei nanti, aku kepilih jadi panitia dana, yeah, yang ini sih enggak buruk-buruk amat. Tapi pasti bakal sibuk juga! (Padahal aku sendiri yang mau jadi anak dana, biar ada kerjaan! Hehe...)

Fuh, kira-kira begitulah alasanku. Tapi ada juga hal-hal yang baik yang terjadi di bulan ini :

#Pertama, umurku sekarang 15. Lima belas. Fifteen. Juu go. Apalah! Akhirnya, kesampaian juga keinginanku buat berumur 15! Hehe... Norak!

#Kedua, aku bisa internetan lagi.

#Ketiga, di bulan ini, aku banyak ketemu sama temen lama!

Oiya, disini aku juga mau cerita tentang Happy Family (baca : hepi femili), sebuah keluarga bahagia plus gila plus abnormal yang terdiri dari murid-murid X-1, my beloved class...

Happy Family terdiri dari :

#Neneknya anak-anak : Pipit. Pinter banget, keibuan. Konon, kata anak-anak, Pipit ini membelah diri (Kayak amoeba) sehingga menghasilkan kami, bocah-bocah tengil X-1...

#Papinya anak-anak (Anaknya Pipit) : Kenneth si Hermaphrodite. Ancur. Enggak jelas dia itu cewek apa cowok. Tapi ngakunya sih ganteng!

#Maminya anak-anak (Istrinya Kenneth) : Riani si Juragan Risol en Sosis Solo! (Maklum, anak konsum Aksi) Eh, btw, jalinan cinta Papi Mami terbentuk akibat risol dan sosis solo, lho!

Terus anak-anaknya Kenneth dan Riani :

#Gita, si anak pertama. Tukang rental laptop kelas, karena sering bawa laptop. Kawin sama Dewi. (Yap! Emang gila, cewek ma cewek saling embat! Tapi tenang, mereka aslinya normal, kok!)

#Nadhil, si anak kedua. Kakakku. Teman semejaku. Ceesanku. Tempat curhatku. Kalau ngomong enggak pernah pake 'gue-elo'. Anaknya asyik dan ekskulnya sejabrek. Supersibuk. Nyambung kalo diajak ngobrol apa aja, terutama tentang Jonas Brothers. Hehee...

#Vallel, si anak ketiga. Pinter. Doyan sama JAS. Hobinya denger kata 'XI IA 1'. Tantenya Bams Samsons (Tante apa sepupu? Lupa!). Anak taekwondo plus SC Matematika, so be careful! Hehe...

#Evin, si anak keempat. Yap, me! Si anak dudul enggak berbentuk yang aneh, kadang jayus en lebai. Doyan sama astronomi, tapi enggak doyan itung-itungannya. Kalau ada guru nyebut kata 'astronomi', biasanya anak-anak pada nengok ke aku (Ge-er!). Punya anak 2.

#Ano, si anak kelima. Yang ini sih enggak diakuin sebagai adek sama kakak-kakaknya yang lain, kecuali Gita. Belagu. Rese. Aneh. Lebih enggak berbentuk. Sialnya, untuk pensi kelas X, dia ditaro jadi anak dana juga! Punya pasangan bernama Cenna. Hehehe... Pasangan homo yang satu ini adalah pasangan favorit X-1 karena mereka berdua adalah pasangan romantis. Aku yang nyomblangin loh! Tapi Ano suka KDRT sama Cenna. Poor Cenna...

Nah, diantara anak-anaknya Papi en Mami, yang udah punya anak cuma aku doang. Pinter banget yah!

Anak-anakku itu adalah :

#Dean. Si anak pertama yang durhaka! Tiap hari selalu bilang, "Dasar Mama aneh!" tiap aku melakukan sesuatu yang gak lazim. Tapi kalau ngomong 'Mama' lucu. Suaranya kayak anak bayi baru belajar ngomong. Padahal mah tampangnya gak kayak anak bayi (Anak bayi masa jenggotan?). Punya istri namanya Tiara, anak X-6. Tapi pas 'kawin' gak bilang-bilang mamanya! Dan nyebelinnya, sering nanya keberadaan 'papa'nya...

#Latifa. Si anak kedua yang secara genetis, sifatnya sama dengan 'mama'nya. Aneh. Lucu. Kalau kelas lagi hening, suka nyeletuk sendiri. Suka bikin ketawa. Manggil aku dengan sebutan 'Mama Bunda'. Punya banyak 'musuh' tanpa alasan yang jelas. Dan musuhnya itu dirangkingin. Ada first enemy (Ano), second enemy(Yanda),dst. Benar-benar kloningan 'mama'nya...

Yap, kira-kira hepi femili yang udah fix cuma segitu aja. Maaf buat anak-anak yang belum kesebut, abis belum jelas statusnya apa. Request aja lewat komen. Hehe...

Dan anehnya, semua anak selalu iseng nanya, "Vin, bokapnya anak-anak lo itu emang sapa sih?". Nah lho! Dijawab salah, enggak dijawab efeknya lebih parah! Hehehe... Yang pasti, aku masih JOMBLO dan entah anak-anakku itu dateng darimana (Paling jatoh dari langit kayak Mr. Bean).

Dan buat Ano ma Cenna, jangan gaplokin gw yah! Hehehe, piss!!

Oke, enough for today!! *Ngacir buka FB*

Senin, 09 Februari 2009

Aku Sakit! Huhuhu...

Assalamu’alaikum, kawan!

Hari ini aku mau berbagi cerita tentang kisahku kali ini yang lagi enggak masuk sekolah karena sakit. Yap, SAKIT! Sebuah sakit yang menyakitkan (apaan sih?) bernama MAAG! Hiyaaaa... Tidaaakk... Aku sekaraaatt...*lebai mode : ON*

Jadi, dengan keabsenanku untuk kedua kali ini, aku sukses melewatkan presentasi agama, ulangan sosiologi, praktikum kimia*NOOO!*, materi baru tentang pagelaran seni, pertemuan anak-anak RTM (Rumah Tangga Mushalla, salah satu divisi ROHIS 1 Depok) plus kewajibanku akan setoran surat Ar-Rahman, pertemuan SC Astronomi, les Primagama, dan mungkin, melewatkan rapat pertama panitia pensi kelas X. Haduh!

Selasa memang hari yang pendek dalam hal pelajaran di sekolah karena di hari ini, cuma ada 4 pelajaran dan pulangnya pun jam 13.00. Tapi karena pulangnya jam 13.00 itulah banyak kegiatan ekskul atau keorganisasian lainnya yang dilaksanakan di Hari Selasa sepulang sekolah. Dan pastinya, aku rugi udah enggak masuk hari ini.

Untungnya, aku absen enggak sendirian. Sepengetahuanku, Reini sama Widya juga sakit. Jadi, kalau harus ikut ulangan sosiologi susulan atau praktikum kimia susulan bareng kelas lain, aku ada temennya. Enak juga sakit berjamaah begini! :D

Yeah, musim hujan begini emang musim sakit. Baik sakit yang berkaitan dengan musim (ex : pilek, batuk, demam, dsb) atau sakit yang enggak punya hubungan apa-apa sama musim (ex : maag, depresi, frustrasi. Hehe... Itu sih penyakitku!), semoga para guru bisa maklum dan memaafkan keabsenanku kali ini...

Namun amat sangat disayangkan karena, meskipun hari ini aku bisa seharian mendem di rumah, tapi ada 2 hal yang harus diingat dengan jelas : ULANGAN BAHASA JEPANG + ULANGAN TIK BESOK! Heuh, bukannya tidur seharian non-stop, tapi aku tetap harus belajar karena sekarang keadaanku udah jauh lebih baik daripada waktu subuh tadi, terus otakku juga udah bisa diajak mikir, dan besok Insya Allah aku juga udah bisa sekolah. So, mau enggak mau, otakku kali ini harus ngunyah dua pelajaran buat ulangan besok!

Tapi dibalik semua penderitaanku ini, ada berita gembira dari Reini yang bikin aku enggak sabar masuk sekolah lagi besok. Jaket ROHIS udah jadi! Yippie! Horee! Sipirilli! *??*

Hua, mau cepet-cepet make terus pamer ke adek-adek sambil bilang, “Nih, Dek! Caca dapet jaket ROHIS. Makanya, nanti kamu ikut ROHIS pas SMA ya... Biar dapet jaket!” dengan harapan kalau adek-adekku bakal mau mengikuti jejak kakak perempuan mereka satu-satunya untuk bergabung dengan ROHIS dengan iming-iming jaket.

Dan juga pamer ke Mama dan Papa, “Mah, Pah. Aku udah dapet jaket ROHIS. Keren kan?” dengan harapan Mama dan Papa akan bangga dengan anak sulung mereka yang aktif dalam organisasi keislaman dan terlihat keren dalam balutan jaket ROHISnya. Dan bilang ke Oma, “Oma, nih lihat jaketku! Bagus, kan?” dengan harapan Oma akan ikut tersenyum senang melihat cucu kesayangannya yang berseri-seri bahagia.

Oke, kalian enggak berpikir kalau aku senorak itu kan? Hahaha... Tapi yang jelas, aku enggak sabar buat make jaket ROHIS, biar kelihatan identitasnya gitu. ;3

Fuh, kurasa cuap-cuap enggak jelas ini harus berakhir sekarang. Aku mau tidur lagi sebentar, mumpung di rumah. Hehehe...

Minggu, 08 Februari 2009

Sebuah Renungan untuk Kebahagiaan

Assalamu’alaikum, kawan!!

Berpegang teguhlah pada apa yang telah Allah berikan kepadamu dan jadikanlah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur. (QS Al-A’raaf [7]: 144)

Lihat ayat di atas kan? Nah, kali ini aku mau membagi cerita yang kudapat dari buku “La Tahzan for Teens” yang ditulis oleh Qomaruzzaman Awwab (yang diadopsi dari buku ‘Mr. Positive versus Mr. Negative karya Praveen Verma). Kisah ini bagus untuk dijadikan renungan untuk orang-orang yang jarang bersyukur akan nikmat Tuhan (kayak aku! ;D) dan merasa tidak berbahagia dengan hidupnya. Cerita ini untuk semua agama, lho!

So, here’s the story...

Konon ada seorang pemuda yang bermimpi bertemu dengan malaikat. Saat itu dia mengajukan satu keinginan, “Aku ingin tinggal dalam sebuah rumah besar dengan sebuah serambi di depan, dua peliharaan yang bagus, dan sebuah taman di halaman belakang. Aku ingin menikahi seorang wanita yang tinggi, sangat cantik dan baik hati, dan berambut hitam panjang, bermata biru, yang bisa bermain gitar dan bernyanyi dengan suara bening dan tinggi.

Aku juga ingin tiga anak lelaki yang kuat sebagai teman bermain sepak bola. ketika mereka tumbuh dewasa, yang satu akan menjadi ilmuwan besar, satu lagi menjadi senator, dan yang paling muda menjadi penyerang belakang. Aku ingin menjadi petualang di samudra luas, mendaki gunung-gunung tinggi dan menyelmatkan orang. Dan aku ingin mengendarai Ferrari merah dan tidak pernah harus menyupir sendiri.”

Malaikat menjawab, “Tampaknya itu mimpi yang indah. Aku ingin kamu bahagia.”

Suatu hari, saat bermain sepak bola, pemuda itu terluka lututnya. Tentu dia tidak bisa bertualang ke laut dan gunung-gunung. Dia pun terpaksa banting setir dan memulai bisnis pemasok farmasi. Dia manikahi seorang gadis cantik dan baik hati, tapi gadis itu pendek, bermata cokelat (tidak biru seperti yang diharapkan sang pemuda), tidak dapat bermain gitar apalagi menyanyi (tapi, bisa memasak masakan yang sangat enak).

Karena usahanya yang biasa-biasa saja, dia tinggal di kota besar di puncak gedung apartemen yang tinggi dengan pemandangan ke laut membiru dan lampu kota di bagian bawah. Dia pun memiliki anak perempuan yang lumpuh, tapi sangat cantik dan pintar memainkan musik. Dia tidak mengendarai Ferrari, walaupun sangat kecukupan.

Suatu ketika dia terbangun dari tidur dan mengingat mimpinyayang dulu. Dia pun bersedih dan mengeluh kepada seorang psikolog. Dia mengeluhkan tentang istrinya, rumahnya, dan kariernya. Dia dikenai bayaran $110 oleh sang psikolog. Karena masih ingin Ferrari, dia mendatangi seorang akuntan untuk menghitung uangnya. Akuntan itu mengenakan biaya $100. Dia pun datang ke ahli nujum untuk mengeluhkan nasib anak-anaknya. semua yang didatangi mengatakan, “Kamu sudah cukup bahagia dengan kondisimu sekarang!”

Lelaki ini tak mau mendengar, akhirnya dia jatuh sakit. Semua keluarga bersedih, kecuali psikolog, akuntan, dan ahli nujum. Pada suatu malam, dia bermimpi bertemu malaikat, “Kenapa Tuhan tidak memberikan permintaanku?”

Malaikat menjawab, “Tuhan bisa saja memberikan semuanya, tapi Tuhan ingin mengejutkanmu dengan hal-hal yang tak kau impikan. Tuhan menyangka kamu telah memperhatikan apa yang telah diberikan oleh-Nya kepadamu:seorang istri yang cantik dan baik hati, sebuah usaha yang bagus, sebuah tempat yang bagus untuk ditinggali, tiga anak yang cantik.”

“Ya.” sela lelaki itu, “Tetapi aku pikir Tuhan akan memberikan apa yang benar-benar aku inginkan.”
“Dan Tuhan pikir, kamu memberikan kepada-Nya apa yang benar-benar Dia inginkan,” jawab malaikat.
“Apa yang Tuhan inginkan dariku?” tanya lelaki itu. Dia tak menyangka bahwa Tuhan menginginkan sesuatu dari dirinya.
Malaikat menjawab, “Tuhan ingin kau bahagia dengan apa yang telah Dia berikan kepadamu.”


                                                                             ***

Yap, itulah ceritanya. Dan ada pula sebuah kutipan bagus dari buku itu yang bunyinya,“Semua orang yang sukses memiliki rumus yang sama, ‘terimalah dengan lapang dada anugerah yang diberikan meskipun belum memenuhi harapan. Terimalah tanpa merasa kekurangan.’”

Jadi kawan, banyak sekali orang di dunia ini yang memiliki kisah yang sama dengan lelaki di atas. Dia adalah orang yang cukup beruntung, walaupun ada beberapa kekurangan padanya (hei! Mana ada yang sempurna di dunia ini?). Namun masih aja merasa enggak puas akan apa yang didapatnya hanya karena apa yang telah Tuhan berikan kepadanya enggak sesuai dengan harapannya dulu.

Tapi satu hal yang perlu kita ingat, kita harus selalu mensyukuri apa yang telah diberikan Tuhan pada kita. Karena orang-orang yang stress dan tidak berbahagia kebanyakan adalah orang yang enggak puas dengan apa yang dimilikinya. tentu kita enggak mau jadi orang stress kan?

Oke, sekian untuk entri kali ini, semoga bermanfaat. ^^

Jumat, 06 Februari 2009

Aku dan Kenyataan : Munafikkah Aku?

Aku bangga menjadi diriku...
Nyatanya aku sering mengeluh, “Kenapa aku tidak terlahir sebagai orang lain saja?”

Aku mencintai Ibuku...
Nyatanya aku sering membentaknya karena tak menuruti keinginanku.

Aku menyayangi dan menghormati Ayahku...
Nyatanya aku sering membantah nasihat-nasihatnya.

Aku cinta keluargaku...
Nyatanya aku sering berkata, “Kenapa aku memiliki keluarga yang seperti ini?”

Aku sayang pada teman-temanku...
Nyatanya aku suka membicarakan mereka dari belakang.

Aku memakai jilbab, aku seorang muslimah...
Nyatanya aku sering melakukan hal-hal tidak cocok dengan citra muslimah.

Aku mendamba akan surga-Nya di akhirat nanti...
Nyatanya aku sering melalaikan perintah-Nya.

Aku salat 5 waktu...
Nyatanya aku tak bersungguh-sungguh menyerahkan diri dalam salatku.

Aku mengidolakan Rasulullah SAW...
Nyatanya aku tidak mencontoh perilaku mulia beliau.

Aku bertekad keras untuk menjadi anak yang pintar...
Nyatanya aku lebih suka menonton TV dibanding belajar.

Aku tahu kalau para ikhwan di sekolah bukanlah muhrimku...
Nyatanya aku sering tertawa terbahak-bahak bersama mereka, tidak menjaga pandangan dan kata-kataku.

Aku memusuhi para setan...
Nyatanya aku sering termakan rayuan mereka.

Ya Rabb, maafkan aku! Maafkan segala kemunafikan hamba-Mu! Maafkan segala kekhilafanku karena sesungguhnya aku masih belum cukup kuat untuk menjadi seorang muslimah yang kaffah. Berilah aku hidayah-Mu, jangan masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang tersesat. Kumohon... Amin.

Minggu, 01 Februari 2009

My Dear Opa Padang

Assalamu'alaikum, semua..

Hari ini benar-benar hari yang menyedihkan...

Ada kabar dari tanteku kalau Opa Padang koma pasca operasi by-pass jantungnya. Aku kaget, karena Mama bilang kalau sehari setelah operasi, Opa Padang masih baik-baik aja. Bahkan masih bisa ngobrol sama Mama. Tapi ternyata, tadi siang tanteku telepon dan dengan suara panik nyuruh Mama sama Oma buru-buru dateng ke RS karena Opa Padang udah koma dan istrinya udah nangis-nangis.

Jadilah Mama sama oma gerabak-gerubuk siap-siap berangkat ke rumah sakit karena waktu kabar itu sampai, Omaku bahkan belum mandi. Ngemasin barang-barang Opa Padang dari kamarku (sebelum masuk RS, Opa Padang sempat nginep di kamarku. Yah, kamarku emang paling suka dijadiin kamar tamu dadakan) karena Oma bilang kalau seandainya Opa Padang keadaannya lebih buruk (dengan kata lain... yeah, pokoknya hal yang lebih parah dari koma), Opa Padang bakal langsung dikirim ke Padang.

Aku enggak bisa ikut ke rumah sakit karena mobilnya enggak muat. Padahal aku mau banget ikutan jenguk Opa Padang. Mama bilang, "Evin, salat ya, do'ain Opa Padang. Mama juga enggak tega banget kalau sampai Opa Padang kenapa-kenapa. Do'ain Opa masih bisa hidup sepuluh tahun lagi..."
"Biar bisa lihat aku kawin." tambahku sambil tertawa sedih, teringat perkataan Opa dulu.

Yah, begitulah, aku cuma bisa berharap Opa Padang bisa sembuh dari komanya. Tapi aku juga hanya bisa pasrah dan ikhlas kalau Allah berkehendak lain...

Aku udah enggak punya kakek lagi semenjak umur lima tahun, makanya aku sayang banget sama Opa Padang walupun lama enggak ketemu. Datukku (kakek dari Papa) meninggal waktu aku umur tiga tahun dan Opaku (kakek dari Mama, yang katanya amat sangat sayang sama aku) meninggal waktu aku umur lima tahun. Makanya, aku suka ngiri sama anak-anak yang masih punya kakek. Tapi semua ini udah takdir dari Allah, aku harus tetap bersyukur dan berdo'a, semoga kakek-kakekku diterima di sisi Allah Swt. Dan semoga Opa Padang masih bisa lihat aku tumbuh dewasa, mewakilkan Opaku tercinta... Amin.

*Posting ini ditulis olehku sambil menahan air mata yang mau tumpah. Aku enggak bisa nangis sekarang karena aku lagi di warnet dan enggak mau disangka orang gila...*